Minggu, 14 September 2025

Senandung Asa

 

Sumber :Pixabay.com

Cermin bangsa retak berdarah

Koruptor tertawa di singgasana

"Ke mana sumpah pemuda?" bisik sejarah

"Di mana jiwa proklamasi?" pekik garuda bersayap luka.


Penguasa bertopeng dusta

Mata buta, telinga tuli pada rakyat

Rimba dijual, pertiwi terluka

Lintah serakah menghisap marwah

Rakyat merintih dalam nestapa.


Namun petani tetap menanam asa

Seniman melukis mimpi di kanvas gelap

Tunas muda tumbuh dari bara

Asa berdetak dalam dada yang tetap.


Kupecahkan cermin kebohongan

Dari serpihan lahir kebenaran

Kelak cucu akan bersaksi

Pancaran Nusantara bersinar kembali.


Penulis : Eka Silfia Arini

Editor : Okti 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DATANGNYA SI MERAH YANG TAK SELALU SAMA

Hari-hari merah tak pernah Sama bagi setiap perempuan, Ada yang menjalani seperti Hari biasanya. Ada yang harus menahan nyeri Di perut langs...