Kamis, 15 Mei 2025

Bangku Mahal

Sumber : Pixabay.com 

Aku berjalan menyusuri sungai

Menanti aliran air menghanyutkan kegelisahanku

Aku menatap langit dan bertanya,

Di mana letak kebahagiaanku?


Harapan yang ku rancang

Dicabik oleh pahitnya kenyataan

Aku ingin berdusta kepada ibuku,

Diriku sangat menginginkannya


Bagaimana tidak?

Bangku-bangku mahal itu menggodaku

Bahwa aku harus mendudukinya


Persoalan selanjutnya bukanlah tentang recehan,

Tapi tekad

Aku hanya tidak ingin menjalani hidup,

Dalam kebodohan yang selalu ku tanam


Penulis : Dwi Endang Setyorini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cahaya Sang Empu

  Dalam kegelapan, sang empu merintih Dibalut rasa takut, kepingan luka menetes dari matanya Pandangan telah terbuka Namun rasanya tak kunju...