Dalam kegelapan, sang empu merintih
Dibalut rasa takut, kepingan luka menetes dari matanya Pandangan telah terbuka
Namun rasanya tak kunjung berbeda
Hari luruh satu persatu
Hingga cahayamu menyusup kecelah yang paling rapuh
Menggenggam penuh harapan
Merakit dengan kehati-hatian
Kau hadir tanpa gemuruh,
Tetapi hangatmu perlahan merakit kembali apa yang telah lama runtuh
Dan kini,
Sang empu belajar tersenyum lagi
Lengkungan bibir manisnya pun kembali berarti
Syaifia Rahma Maulina
Mahasiswi KIP-K angkatan 2025
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar