Minggu, 21 Juni 2026

Cahaya Sang Empu

 


Dalam kegelapan, sang empu merintih

Dibalut rasa takut, kepingan luka menetes dari matanya Pandangan telah terbuka

Namun rasanya tak kunjung berbeda


Hari luruh satu persatu

Hingga cahayamu menyusup kecelah yang paling rapuh 

Menggenggam penuh harapan

Merakit dengan kehati-hatian


Kau hadir tanpa gemuruh,

Tetapi hangatmu perlahan merakit kembali apa yang telah lama runtuh


Dan kini,

Sang empu belajar tersenyum lagi

Lengkungan bibir manisnya pun kembali berarti



Syaifia Rahma Maulina

Mahasiswi KIP-K angkatan 2025


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cahaya Sang Empu

  Dalam kegelapan, sang empu merintih Dibalut rasa takut, kepingan luka menetes dari matanya Pandangan telah terbuka Namun rasanya tak kunju...