Angin malam yang cukup cerah dan tidak mendung, tadi sekitar pukul 19.47 Ais sedang makan di kamar bersama teman-teman nya. Tiba-tiba Ais mendengar suara diluar samar-samar kaya suara, ibu-nya yang sedang memanggil namanya.
“Mba.....mba.....mba Ais.....”
Ais kira itu hanya suara halusinasi yang ia rasa, soalnya Ais sudah 1 bulan belum bertemu dengan ibu maupun keluarganya, eh ternyata suara itu bener adanya. Suara yang memanggil Ais tadi itu suara ibu-nya, Ais pun langsung bergegas buru-buru memakai hijabnya dan jalan keluar menuju tangga untuk turun. Ais langsung turun tangga untuk menemui ibunya dan langsung mencium tangan-nya, lalu ia bertanya pada ibunya.
“Ibu kesini sama siapa?.Bapak ikut tidak?. Nyetir motor sendiri atau diboncengin?.”
Pertanyaan bertubi-tubi dari Ais sambil ngajak ibunya naik, sampai ibunya bingung mau jawab yang mana dulu.
“Ais kebiasaan kalau tanya tu ya satu-satu, ibu bingung jawab yang mana dulu.” Jawab ibu-nya
“Hehehe... ma’af ibu.” Jawab Ais sambil menyengir.
“Ibu kesini sendiri. Bapak tidak ikut karena ada keperluan. Dan ibu kesini bawa sepeda listrik!.”
“Sepeda listriknya siapa Bu, perasaan Dirumah kendaraan nya cuma motor doang?. Apa Bapak yang beli Bu?.”
“Ibu ke sini pakai sepeda listriknya kakek, kakek baru beli kemarin.”
Tiba-tiba Ais langsung bengong sambil bertanya-tanya di benaknya, Ais bengong karena pikirannya yang mengkhawatirkan ibunya yang kesini sendirian apalagi malam-malam tanpa ngajak bapak-nya, mana kendaraan-nya pake sepeda listrik, dimalam hari yang minim pencahayaan. Masalahnya desa Aisyah ke pondok nya tidak deket-deket banget loh, itu membutuhkan waktu sekitar 15 - 20 menit itu pun kalau naik motor.
Di tengah-tengah bengongnya Ais, tiba-tiba ibu nya bersuara lagi,
“Mba ini tadi barang yang ibu bawa toh jatuh terus, ibu dikit-dikit berhenti gara-gara barang bawaan-nya pada jatuh.”
Ais hanya bisa tersenyum agar bisa buat ibunya tidak curiga kalau di situ air mata Ais hampir keluar, untung ia bisa tahan agar air mata itu tidak keluar. Ais mencoba bertanya kepada ibunya, “Kenapa ibu gak bawa motor sendiri aja, kan dirumah ada motor ibu juga kan bisa naik motor?.”
Ibunya Ais lalu tersenyum dan berkata, “Motornya sedang ada dibengkel mba, ban-nya lagi bocor.”
Setelah lama berbincang lama sama Ais, akhirnya ibunya Ais pun pamitan, “Yaudah ibu mau pulang dulu ya mba, nanti adek nyariin ibu soalnya tadi ibu pas mau kesini adek gak ada karena dia udah berangkat ngaji.”
“Iya ibu gak papa, hati-hati di jalan ya bu.” Ais pun langsung mengantar ibunya turun tangga sampai dekat pintu gerbang kompleks putri.
TAMAT!!!!!
Penulis : Siti Atikotul Farikah
Mahasiswi KIP-K angkatan 2025

Tidak ada komentar:
Posting Komentar